Tak semua orang akan sepakat denganku bahwa di dunia ini ada yang abadi. Namun jika kamu membaca ceritaku ini, kamu pasti memahami apa yang kumaksud dengan abadi.

sunflowerfield-1000
http://www.rodalesorganiclife.com

Surabaya, 2007

Suatu hari selepas makan siang, Pak Adi mendekati meja kerjaku. Ia sandarkan tubuhnya di meja seraya berkata, “Aku suka tulisanmu, rasanya berbeda, menancap di kepala.” Pipiku terasa panas.

Pak Adi adalah manager marketing di perusahaan media tempatku bekerja.

“Aku mau tanya, jika kamu berada di posisi manajemen, bidang apa yang kamu pilih? pemasaran, sumber daya manusia, atau keuangan?” Pak Adi melanjutkan perbincangan.

Spontan kujawab, sumber daya manusia. Rasanya pilihanku tak salah karena aku lebih suka mengulik manusia ketimbang lainnya.

“Aku dari dulu ingin menulis novel, kisah percintaan dua manusia dengan karakter berbeda dan bergelut di dunia yang berbeda, pemasaran dan sumber daya manusia atau keuangan.” Pak Adi mulai bercerita tentang idenya.

Ia lalu menjelaskan kepadaku tentang perbedaan karakter orang-orang yang bergelut di bidang pemasaran, sumber daya manusia, dan keuangan. “Bagaimana kalau kita kolaborasi?” tanyanya tiba-tiba.

Begitulah Pak Adi, orang dengan banyak ide, suka berbicara, tak habis cerita keluar dari mulutnya. Ia suka memberi petuah dengan penuh semangat, khas motivator. Ungkapan sederhana tentang bagaimana ia menyukai tulisanku saja, berhasil menumbuhkan rasa percaya diriku sebagai reporter baru.

Selain menggawangi marketing di perusahaan penerbitan media tempatku bekerja, Pak Adi juga menangani marketing di perusahaan lain yang bergerak di bidang Event Organizer, sejatinya dua perusahaan ini adalah “kakak-beradik’.

Pak Adi ini tipe setia dan penyayang keluarga. Pernah suatu hari ia bercerita, “Aku kalau ada event selalu ketemu cewek-cewek SPG yang cantik-cantik, tapi yang kuingat hanya istriku dengan daster lusuhnya, dia lagi nyuci baju, masak, dan nyuapi anak-anak.” Aku hanya tersenyum, inginku tak percaya tapi tak tega.

Jakarta, 2009

Sejak kepindahanku ke Jakarta, tak pernah lagi aku bertemu Pak Adi. Hanya lewat laman Facebook aku mengikuti aktivitasnya.

Soal tawaran kolaborasi itu? tak pernah sekali pun kutindaklanjuti.

Jakarta, 2010

Di tahun ini aku disibukkan dengan beberapa program di yayasan nirlaba. Satu di antaranya adalah program pelatihan kepemimpinan untuk Mahasiswa bertajuk Youth Leadership Course. Selain materi good governance, anti korupsi, demokrasi, kewirausahaan, juga ada sesi motivasi.

Aku sempat menghubungi Pak Adi, menanyakan soal training pengembangan diri untuk program pelatihan itu. Pernah aku melihat foto-foto di laman Facebook, Pak Adi menjadi pembicara di beberapa forum. Saya membayangkan kerenyahannya berbicara bisa membawa ceria suasana. Namun sayang, pilihan kami jatuh ke pembicara lainnya yang posisinya berada di Jakarta.

Jakarta, 2012

Tahun ini aku mulia bekerja di tempat baru, sebuah media bisnis. Kesibukanku di tempat baru ini membuatku lupa membuka Facebook. Aku tak mengikuti kabar kawan-kawan di Surabaya hingga awal 2016, termasuk kabar Pak Adi.

Bekasi, 2016

Menjelang pertengahan tahun, kudapati tautan berita kecelakaan mobil di Probolinggo melalui feed status di Facebook. Pengemudi mobil itu tak lain adalah Pak Adi. Ia dan istrinya mengalami luka cukup parah dalam kecelakaan itu.

Pak Adi sempat menjalani rawat jalan hingga akhirnya Tuhan mengambil hidupnya. Usai sudah tugas Pak Adi di dunia. Istrinya pulih meski kondisinya tak sempurna lagi. Namun bak cinta sehidup semati, selang beberapa bulan istrinya pun berpulang.

Pak Adi dan istri meninggalkan dua anak yang masih remaja. Saya bisa membayangkan kesedihan mereka. Semoga keduanya tabah dan selalu mendapat perlindungan dari Yang Maha Kuasa.

Bekasi, 2017

Perjalanan sang motivator itu seperti tak pernah berhenti. Menjelang akhir tahun ini iseng kusambangi laman Facebook Pak Adi. Statusnya masih update, ada saja post, mention, tag dari kawan-kawan di sepanjang satu tahun sejak kepergiannya. Begitu banyak hal yang mereka kenang.

Hingga kutulis kepingan ini, aku meyakini Pak Adi sejatinya tak pernah benar-benar “pergi”. Ada bagian dari dirinya yang abadi. (*)

Leave a comment

“When everyone is included, everyone wins.”

Jesse Jackson

BangKIT Project

Let’s connect